Rebecca Wallet

Beli Rebecca Wallet
https://tokopedia.link/yHe0D6Ynl1 di toko aicha_cha girls Rp68.000 di Tokopedia Sekarang! Dapatkan cashback 50% hingga 30Rb untuk pembelian pertama kamu dengan kode: TPRAH0AKIN.

Inspirasi Transportasi Ramah Lingkungan dengan Scooter Listrik atau Otoped

Wow.. Koran Jakarta hari ini Kamis, 17 Oktober 2019 mengabarkan bahwa Aturan Penggunaan Scooter Akan Segera Terbit. Scooter yang dimaksud disini adalah skuter listrik atau Otoped. Bagaimana pendapatmu, hei para pecinta scooter atau otoped. Apakah kalian sudah siap ?? Sebenarnya agak geli mendengar Otoped akan dijadikan alat transportasi baru, mengingat otoped ini biasanya buat mainan anak-anak kecil di komplek rumah saya. Atau mungkin berbeda kali yah dengan otoped yang biasanya buat mainan anak-anak. Dalam pikiran saya otoped yang dimaksud, mungkin dari ukuranya saja yang lebih besar. Memang kita ketahui otoped ini ramah lingkungan, dan penggunaanya juga hampir sama dengan sepeda. Jadi penggunaanya bisa mengurangi polusi. Bedanya bila sepeda dikayuh dan otoped tidak dikayuh. Jadi ya, tidak ada salahnya bila Pemerintah DKI ingin mengembangkanya seperti halnya sepeda. Diakui Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syarifudin Liputo, bahwa penyewaan skuter listrik atau otoped bermotor cukup marak di Jakarta. Beliau menyarankan agar penggunaan scooter listrik bisa masuk ke jalur sepeda yang sudah dibuatnya. Pertimbanganya karena, spec kendaraan otoped ini sangat kecil dan kecepatanya pun rendah yaitu antara 20-25 Km per jamnya. Berbeda dengan kendaraan bermotor yang bisa 80 Km/ Jam bahkan lebih. Namun, dari segi keamanan scooter listrik masih kurang aman bila masuk kejalan raya. Bahkan dibeberapa negara penggunaanya dilarang sebagai alat transportasi. Jadi betul sekali bila penggunaanya dijalur sepeda. Kita tunggu saja hasilnya bagaimana ya Sob, apakah nanti nya bisa diterima publik atau tidak. Semoga saja Indonesia tercinta ini, semakin hari semakin besar kesadaranya dalam mengurangi polusi udara, dan mudah-mudahan masyarakat kita bisa merubah gaya hidup bebas polusi atau setidaknya mengurangi polusi seperti dinegara-negara maju di Eropa yang warga nya gemar berjalan kaki bila beraktivitas atau menggunakan alat transportasi ramah lingkungan atau pun mengunakan angkutan masal lainya. Sudah ada bayangan, bila nanti Jakata punya jalur khusus otoped dan berangkat kekantor kita naik otoped??? Kalau naik mobil atau motor kan sudah biasa. Bagaimana pendapat dan perasaan Anda?

Selamat Malam…

Budaya Selfi

Berswafoto atau dalam bahasa kerenya kita sebut dengan “Selfi ” memang sudah menjadi tradisi bagi kita semua terutama kaum milenial diseluruh penjuru dunia. Termasuk di Indonesia tercinta ini. Hampir dapat kita jumpai disemua socmed baik itu Fb, Twitter, Istagram dan yang lainya isinya hasil selfi atau swafoto dari kita semua. Kebanyakan dari kita beranggapan dengan berselfi dapat menambah kepercayaan diri mereka, meningkatkan status sosial dan akan lebih mendapatkan pengakuan dari kelompoknya. Bolehlah kita berselfi ria, tapi selfi yang seperti apa? Tentu saja jawabanya adalah selfi yang dilakukan dengan cara yang sehat dan memperhatikan keselamatan kita. Cara yang sehat disini maksudnya yang seadanya, tidak diedit-edit sampai kita tidak mengenali diri kita lagi. Simple saja, apa adanya. Cara yang aman disini mengacu pada keselamatan kita, jangan mempertaruhkan nyawa atau safety kita hanya untuk mengambil gambar dengan view yang bagus. Nah, ingat ya sob. Bila kamu merasa bahagia dengan hasil selfi kamu boleh saja, namun sebagus apapun hasil selfi kita bila itu hasil editan, maka kebahagiaan yang kita dapat hanyalah kebahagiaan yang semu. Jadi Yuks, belajar jadi diri sendiri dan apa adanya.

Selamat Hari Senin..

” Cuek Bebek”

Pernah melihat pleton atau pasukan bebek? Baik itu disawah, dikandang atau dijalanan yang sedang antri menyeberang? Seperti kita ketahui bebek adalah binatang yang penyabar yang mampu bersosialisasi tanpa memandang umur, jabatan, asal-usul mereka dalam kelompok mereka. Meskipun tingkat kecerdasan bebek berada di bawah tingkat kecerdasan anjing yang mudah dilatih, namun bebek memiliki naluri yang tanggap terhadap lingkungan dan untuk bertahan hidup serta saling menyayangi antar sesamanya. Pernah mendengar ungkapan ” cuek bebek “?. Ungkapan cuek bebek sering kita artikan sebagai kondisi sikap dimana tidak peduli terhadap situasi yang ada. Benar tidak sob? Namun bila kita telaah lebih lanjut sikap cuek pada bebek memiliki sisi persamaan dengan kesabaran, mengingat bebek mahluk yang penyabar, dan karena kesabaranya itu kita menyebutnya “cuek bebek.” Contoh sikap bebek yang cuek bisa kita jumpai bila sedang menyeberang jalan. Kadang kita dibikin kesal dengan ulahnya bahkan ada diantara kita yang membunyikan klakson kencang-kencang bahkan ada yang nekat menerobos pasukan bebek sampai menginjak-injak bebek itu. Lalu dimana letak kesabaran kita sebagai manusia yang memiliki akal, budi dan rasa bila dibandingkan dengan bebek?

” Scammer”

Eits…,Jangan dulu termehek- mehek apabila pacar dunia maya anda seorang bule berwajah ganteng, berpakaian militer dengan pangkat dan tanda jasa yang bertaburan dibajunya dan mengaku anggota US ARMY, aktor, dokter atau pegawai PBB yang sedang ditugaskan didaerah perang seperti Afganistan, Irak, Suriah atau daerah rawan konflik lainya, serta profesi lain yang menjanjikan banyak uang atau kekayaan yang melimpah. Hati-hati, bisa jadi itu salah satu bentuk scammer ( penipuan ) cinta sob. Akhir-akhir ini banyak berkeliaran di jejaring sosial seperti Face Book atau pun dating site lainya. Para scammer cinta itu menyadari kelemahan seorang wanita yaitu pada pangkat jabatan dan harta serta rupa yang rupawan / ganteng. Jadi jangan percaya dulu sob, dengan pesan atau pun email yang mereka tulis yang biasanya bernada awal persahabatan yang kemudian disusul dengan ungkapan cinta, ingin menikahi dan merencanakan masa depan bersama dalam waktu yang relatif singkat, dipikir lagi secara logika sob, apakah benar semudah itu mengatakan cinta, baru dua kali kirim pesan sudah menyatakan cinta itu hal yang mustahil dan konyol sob. Kenali lebih lanjut ciri-ciri nya sob, jadi nantinya kamu tidak akan menyesal dibelakang.

Yang pertama, biasanya foto profil yang dipajang adalah hasil curian. Para scammer ini mengambil foto yang mereka mau, tentu saja yang mempunyai nilai jual tinggi, berwajah rupawan, punya jabatan dan dikenal banyak orang. Biasanya mereka memasang photo pejabat ARMY baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal dan mengaku sedang ditugaskan didaerah konflik. Ini yang banyak sekali bergentayangan di Face Book Sob, karena saya sudah menjumpai 3 orang dari teman saya sedang chat dengan si penipu ini. Aduh, malu sekali rasanya, ternyata dijaman yang sudah merdeka ini, wanita masih bisa dijajah dan gaptek alias gagap tekhnologi, alias buta media. Sekali lagi dipikir dengan akal yang waras, mana mungkin pejabat atau pun Jendral, mayor, sersan ARMY bergentayangan di sosmed atau dating site hanya untuk mencari pacar atau bini. Biasanya pada tahap perkenalan ini si scammer mulai menggali info tentang diri anda, apakah anda punya uang atau tidak.

Yang Kedua, para scammer ini sampai kapanpun tidak mungkin mau melakukan panggilan telepon atau pun vidio call denganmu, ya itu, nanti wajah aslinya akan ketahuan. Malu sendiri jadinya kan. Jadi dengan berbagai alasan mereka mengelak, biasanya jawabanya karena sibuk, kode etik dari pekerjaanya, kalian percaya ga sob apabila ada seorang jendral bekerja 7*24 jam? Sehingga menelpon pun tak bisa, tapi herannya kalau facebookan bisa. Menurut saya seberat- berat nya tugas seorang Jendral pasti ada istirahatnya. Hey, Jendral,sersan, mayor scammer anda manusia bukan robot. Coba direnungkan lagi sob, apabila anda menjumpai kasus seperti ini.

Yang ketiga, setelah tau kamu adalah mangsa yang cocok, dia akan memperlakukanmu dengan sangat manis, berjanji ini itu contohnya akan datang untuk menikah, akan mengirimkan hadiah mewah lewat pesawat tempur, akan mengirimkan uang dalam koper dan lain-lainya yang membuatmu klepek-klepek dan termehek-mehek. Jangan mudah percaya sob, itu hanya janji palsu, sampai kamu keriput dan peot, rambut putih semua mereka tidak akan pernah datang, atau mungkin akan mengirimkan hadiah lewat paesawat militer? Itu hal yang tidak mungkin sob,karena setau saya dari jaman lebaran monyet sampai sekarang yang namanya pesawat dan fasilitas militer hanya digunakan untuk kepentingan militer. Tidak untuk yang lainya. Betul tidak sob?

Yang keempat, setelah mereka merasa dekat denganmu mereka mulai melancarkan aksinya, memulai dari hal kecil yang kemudian berlanjut banyak sekali alasanya misalkan minta dikirim uang buat menebus hadiah buatmu yang tertahan dibandara, minta dibelikan pulsa atau minta uang untuk biaya sekolah anaknya. Jangan sekali-kali kamu turuti kemauanya sob, dipikir lagi dengan logika yang waras bahwa seorang Jendral, Mayor, Sersan ARMY tidak mengkin kehabisan uang, ataupun pulsa. Negara memberi berapapun yang mereka minta, saya pernah membaca sendiri pernyataan presiden Amerika itu.

Yang Kelima, setelah kamu mentransfer uang yang diinginkan mereka akan sangat manis dan perhatian berlebih denganmu, yang kemudian disusul permintaan yang lainya. Dan setelah mereka merasa sudah puas atau uangmu sudah habis mereka akan menghilang begitu saja.

Yang keenam, Selamat, apabila anda melihat ciri ciri diatas anda sudah bertemu dengan scammer. Jangan diteruskan. Langung blokir saja. Daripada anda terseret lebih jauh oleh sipenipu yang mengaku sedang sibuk dimedan perang tapi kenyataanya mereka sedang santai-santai tiduran. Yang mengaku bewajah rupawan tapi nyatanya berwajah gosong. Saran saya apabila anda ragu dengan pacar dunia maya anda silahkan cek photo nya dengan aplikasi google image di browser chrome atau fire fox anda dengan mengklik kanan di photo yang dimaksud lalu copy URL atau seret lepas gambar dari site anda dan tempel di icon camera. Tunggu beberapa saat maka anda akan menemukan siapa pemilik photo yang sebenarnya. Nah, itulah beberapa contoh “scammer” salah satunya scammer cinta. Hampir kelupaan sob yang saya kasih contoh diatas itu bila si scammer nya cowok, apabila cewek biasanya mereka akan menampilkan wajah yang sangat cantik dan sexy. Nah kejahatan scammer ini sangat susah sekali diberantas sob, bahkan kepolisian Amerika pun mengakuinya. Ibarat mati satu tumbuh seribu. Nah itulah sob,sebenarnya masih banyak bentuk scammer yang lainya misalkan penipuan uandian berhadian, komputer kena virus, barang elektronik murah, dll. Satu lagi sob, dari sumber yang dipercaya biasanya para scammer love ini beroperasi di warung kopi remang- remang di daerah Africa. Atau bila anda sudah yakin itu akun scammer silahkan langsung laporkan ke pihak berwajib untuk di cek IP adressnya. Tetap Waspada ya sob, jangan mudah tergoda. Dan sebagai wanita khususnya, mari kita tingkatkan kemampuan bermedia kita.

Salam Pagi..

” Memory Tawon Kemit “

Apakah kamu tau apa itu tawon kemit Han.? Itu adalah sejenis serangga yang banyak dijumpai bila bunga-bunga mulai bermekaran, aku sering melihatnya sewaktu pohon jambu didepan rumahku mulai berbungga,putiknya bermekaran dan mengeluarkan aroma khusus sehingga banyak sekali serangga yang datang baik itu lebah madu, kumbang dan beberapa jenis tawon pun berterbangan, termasuk tawon kemit paling berbisa ini. Namun sejak kejadian itu, keluargaku bersikukuh untuk menebang pohon jambu air itu, padahal bila berbuah manis dan banyak, sehingga tetangga juga sering mengambinya. Ini hal yang tak terduga Han, waktu itu seekor tawon kemit yang terkenal berbisa sengatanya ada yang bersembunyi didalam sepatuku, aku tidak tau bagaimana mungkin seekor tawon bisa masuk kedalam sepatu, apa karena aroma sepatuku itu lebih menarik dari aroma kembang jambu yang bermekaran, atau karena si tawon tersesat, entahlah Han, aku tidak bisa menebak alasanya, tiba-tiba tawon kemit itu menggigit jempol kakiku begitu saja ketika dipagi aku ingin berangkat kerja, hingga akupun berteriak kesakitan, menggelepar begitu saja didepan pagar rumahku. Aku tidak tau apa obatnya Han, kemudin Ibuku panik sehingga membawanya kedokter, namun apa reaksi orang disekitarku waktu melihat aku menangis sejadi-jadinya, meringgis karena digigit tawon itu, disekitarku seolah menertawakanku Han, baik itu pasien yang lain yang sedang meunggu antrian, suster, receptionist dan dokter itu sendiri juga terlihat ingin tertawa namun aku tau dokter itu banyak menahanya, tampak dari raut mukanya yang memerah. Bahkan benda mati seperti tembok, meja,kursi pun seolah ikut tertawa geli melihat tingkahku itu. Aku merasa sial sekali di hari itu Han, gara-gara seekor tawon yang seharusnya hanya terbang melayang diatas putik bunga itu, sampai aku tidak bisa bekerja selama tiga hari, untung saja kejadianya dihari Rabu, jadi walaupun aku absen tiga hari dihari Rabu, Kamis dan Jumat di hari Sabtu dan Minggu nya merupakan hari libur jadi aku masih bisa beristirahat sampai nyeri itu hilang. Itulah rasa sakit yang kurasakan saat ini Han, hampir sama dengan sensasi digigit tawon kemit yang aku rasakan sepuluh tahun yang lalu.

Apakah kau tidak tau Han, beberapa hari yang lalu kau tidak sengaja meninggalkan handphonemu begitu dimeja cafe saat kau pamit ingin ke toilet. Dan sialnya kau tidak menguncinya atau memberi password sehingga aku bisa membukanya dengan mudah.

Maafkan aku sebelumnya Han, aku memang sengaja, tapi setelah melihat isi percakapan chatmu dengan seorang teman wanitaku aku menyesal seribu menyesal telah membuka handphonemu, aku merasa dibohongi olehmu Han, kenapa engkau bisa sejahat ini dengan ku Han.?

Apa katamu pada Afriani.? , Besok sore, kau mengajaknya juga memonton film ” Harry Potter and The Goblet of Fire” yang barusan kita tonton di bioskop tadi bersamaku.?

Apa maksudnya semua ini Han, kenapa kau juga bilang sayang, cinta sama dia? Apa aku kalah cantik dan menarik dari dia, apa aku masih kurang perhatian terhadapmu.? Apa maksudnya semua ini Han, Afriani itu teman dekat aku, dan dia tidak lebih cantik, pintar dariku, aduh Han, lagi-lagi kesombonganku mulai muncul.

Dan saat kau kembali dari toliet, aku berpura- pura tidak terjadi apa-apa Han, padahal aku tau semuanya. Aku berpura-pura sibuk dengan ponselku sendiri Han. Namun tau kah kau Han, dibalik senyum manis dan manjamu itu ternyata kau membawa seribu tawon kemit dan juga mata pisau yang siap menusuk kapan saja.

Han,

Taukah kau, bahwa keesokan harinya aku mengintaimu dari kejauhan. Dan kau ternyata benar pergi bersama Afriani. Bersenag-senang denganya. Tanpa ada beban bahwa kita sudah resmi bertunangan.

Jadi jangan salahkan aku, bila aku kembalikan cincin yang kau berikan padaku sebagai pengikat tali cinta kita batalkan saja pertunangan kita, kau sudah membuatku sakit. Aku tidak mau digigit oleh ribuan tawon kemit yang kau sembunyikan dibalik senyum manismu dan aku juga tidak mau terhunus oleh mata pisau yang kau sembunyikan dibalik sikap manjamu.

To be continue..

Buku Biru dan Setangkai Lili #2

Malam ini, aku masih menunggumu diruang tamu bersama dengan setumpukan koper, buku-buku dan alat make-up dan juga sebuah baju hangat , menunggumu menjemputku untuk pergi ketempat yang kau janjikan sebelumnya, tempat dimana kita bisa mengumpulkan cinta dan kebahagiaan yang tercecer itu. Namun, ini sudah lewat jam sebelas malam, apa yang terjadi padamu Han, sehingga kau sampai seterlambat ini.? Apa kau tersesat ataukah kau berubah pikiran, tapi kenapa kau tidak mengabariku Han? Apa yang terjadi..? Kenapa juga ponselmu tidak menjawab panggilanku? Han, jangan buat aku menunggu lebih lama, aku sudah lelah. Aku ingin segera pergi dari tempat ini.

Perlahan kusingkap tirai jendela itu, kupandangi setiap sudut jalanan berharap segera muncul bayangmu dibawah sinar rembulan yang dihiasi rintik hujan malam ini. Han, Ujung tangan ini sudah teramat dingin menyentuh udara malam ini. Kembali aku menyelinap dibalik tirai, apakah itu kau? Ah, ternyata juga bukan. Itu hanya musafir lewat. Lalu kenapa engkau bisa seterlambat ini Han? Apa yang terjadi? Keresahanku semakin menjadi-jadi. Mencoba berbicara pada jam yang berdenting nyaring dan bertanya pada rintik hujan malam ini, apa mereka melihatmu? Namun mereka semua hanya terdiam membisu tak mampu berkata apa-apa.

Han, ini sudah jam dua lewat lima puluh menit, hampir mendekati jam tiga pagi. Itu artinya sebentar lagi ayam jantan akan berkokok, lalu aku harus bagaimana? Bila sebentar lagi anaku memekik dan suamiku terbangun dan menanyakan sarapan apa pagi ini? Apa yang harus aku katakan pada mereka, bila melihatku seperti ini.?

Han, Ini sudah batas akhir aku menunggumu, selepas jam tiga nanti, akan aku simpan kembali koper-koper ini, buku-buku ini dan peralatan make-up ini. Juga janji-janjimu itu akan aku kubur lagi dalam-dalam. Han, Aku akan berpura- pura tertidur disofa ruang tamu ini, sambil menunggu pagi datang.

Sudahlah Han, aku sudah letih menghabiskan malam ini hanya untuk menunggumu. Tapi nyata nya kau tidak kunjung datang. Jadi untuk apa aku menunggu lebih lama lagi. Sebelum ayam jantan benar- benar berkokok, aku sudah bertekad untuk mengubur semua impian untuk kembali bersamamu.

****

Hingga pagi pun menjelang diiringi sang fajar menyapa lembut, tanpa terasa sebentar aku terlelap. Hingga teriakan kecil itu membangunkanku,

” Mama, aku temukan ini dipintu pagar tadi selepas dari solat Subuh di Masjid bersama Ayah, siapa yang taruh buku biru dan bunga ini Mah?”

Tanya anak laki-laki ku

” Ibu tidak tau Nak, jangan kau sentuh, segera buang saja ke tempat sampah, mungkin itu pemulung lusuh yang meninggalkanya.”

Han,

Bagiku kau penting, tapi itu dulu. Sekarang semuanya sudah berubah, aku lebih memilih bahagia bersama keluargaku.

Jadi buku biru dan setangkai lili yang kau tinggalkan itu sudah tidak ada artinya bagiku. Biarlah itu semua menjadi saksi bisu, bahwa semalam kau datang, itu sudah cukup bagiku. Jadi cobalah kau cari kebahagiaanmu yang lain HAN. Aku lebih memilih takdirku.

Bekasi, 30 sept 2019

Hanya Sebuah Kisah, Bukan Kenangan

Han, ijinkan sekali saja aku meminjam dan menggoreskan namamu disini, dilayar monitor yang putih bersih tanpa terlihat sedikitpun noda ataupun goresan. Hanya sekedar mengikuti kata-kata yang mengalir begitu saja, karena sesungguhnya aku tidak pintar dalam hal menulis, tetapi apabila dalam hal berbicara mungkin aku akan lebih lihai dibandingkan denganmu.

Tidak ada hal lain yang aku yakini tentangmu selain kata ” rindu “, bila bayangmu yang begitu jelas, menemuiku dialam mimpi semalam, mengajaku bercengkrama dalam diam di dimensi ruang yang remang. Tak ada satu patah kata pun kau ucapkan,hanya sebuah senyuman penuh misteri dan tatapan yang kuyakini sebagai tatapan rindu yang membuatku tiba-tiba harus terjaga di jam dua malam.

Apa yang sedang terjadi padamu Han, sehingga kau menemuiku begitu lama dialam mimpi itu, begitu lama dan seolah enggan untuk pergi, apa yang sedang terjadi padamu Han, apakah kau tak lagi bisa menguncinya rapat-rapat rasa rindu itu, sehingga alam bawah sadarmu menghampiriku ?” Apa kau hanya sekedar ingin melihat keadaan hidupku saat ini.? Kalau itu maksudmu, sudah kau lihat kan, bagaimana keadaanku setelah sepuluh tahun berlalu. Namun, apabila kau hanya merindukanku, itu juga masih manusiawi Han, siapapun tak bisa melarangnya bahkan seorang presiden Korea yang terkenal diktator pun tak akan bisa mencegah perasaanmu itu. Sudah cukup kah bagimu, dengan menampakan wajahmu dialam mimpiku.?

Ingatkah kau Han, dulu kita pernah bersama, dulu kita pernah memiliki cinta yang hampir sempurna, namun itu hanya sekejap, apa yang kini memisahkan kita kau sebut karena sebuah “keadaan.” Iya, sebuah keadaan yang membuatmu memilih pergi membawa semua luka dan mengobatinya sendiri. Sebuah keadaan dimana aku tidak bisa menunggumu dalam kegalauanku Han, Argggh aku geram, andai saja dulu aku bisa menunggu keadaan membaik mungkin semuanya tak akan seperti ini. !!! Ini semua salahku..ini semua salahku.!!!

Tapi, apakah itu masih pantas disebut dengan cinta, bila nyatanya kau pergi meninggalkanku dan aku pun tak bisa menunggumu begitu lama, hingga aku pun memilih orang lain sebagai pendampingku,begitu juga sebaliknya. Apakah ini masih bisa disebut dengan “cinta”.??? Menurutku, mungkin pantas saja Han, hanya saja dulu kita terlalu tergesa-gesa memutuskanya. Namun aku tidak tau pendapatmu tentang ini, kau boleh berpendapat apa saja sesukamu hatimu.

Sepanjang waktu ini, aku merasa ada beberapa tanda penyesalan yang aku tangkap darimu Han, yang pertama kau meneleponku disaat besok adalah hari pernikahanku, memintaku memberi alamat nan jauh dikampung, aku yakin saat itu kau berniat merebutku, yang kedua kau sempat menghubungiku beberapa kali dalam waktu yang berbeda-beda .

Aku ingat Han, kau memintaku menemuimu sudah tiga kali dalam perjalanan hidup ini, yaitu sekitar 8 tahun lalu, selanjutnya sekitar 5 tahun yang lalu dan yang terakhir sekitar dua bulan yang lalu. Walaupun nomor ponselku berganti, namun selalu ada saja informasi yang kau dapat tentangku. Mungkin dari teman-temanku yang teman-temanmu juga.

Han, aku tau kau begitu tertatih menjalani hidupmu selama masa tiga tahun itu, sebelum kau menemukan seorang yang kini menjadi teman hidupmu,tapi apakah kau juga tau bahwa aku hampir gila, iya ,gila seperti orang gila yang tertawa, bicara sendiri dan memamerkan kelaminya dijalanan, disaat aku mendengar keputusanmu dan melihatmu pergi berlalu begitu saja?

Sekian lama berlalu, hingga akhirnya kau pernah menuliskan sesuatu hal yang membuat aku terkejut ” kata siapa waktu bisa membalut luka, itu semua bohong,nyata nya sudah tiga tahun ini aku masih bisa merasakanya.” aku menemukan tulisan itu dihalaman sebuah blog, dengan judul cerita ” Bukan Kenangan. “, diakhir cerita kau torehkan namaku dengan tinta merah, kau menyebutku dengan kata ” jahat “, apa semua ini Han?? Apa kau mengangapku jahat, karena aku menikah dengan pria lain, taukah kau yang sebenarnya Han, waktu itu aku sudah telat beberapa minggu dan pada siapa aku harus meminta pertanggung jawaban, itu hal yang sampai sekarang kau tidak pernah mengetahuinya Han, waktu itu kau menghilang, jadi, apa kau benar-benar telah mengangap aku jahat, dan menganggap semua itu bukan kenangan Han ? lalu kalau bukan kenangan, sebutan apa yang pantas untuk menyebut kisah kita Han? atau “bukan kenangan” itu hanya sebuah judul lagu milik penyanyi Sherina Munaf, penyanyi yang telah menjadi cinta pertamamu dan ia pernah hadir dalam mimpimu seperti yang kau ceritakan dulu,atau ada sebuah rahasia lain yang kau sembunyikan rapat- rapat dan hanya kau saja yang boleh tau? Tapi sudahlah Han, aku sekarang sudah tak peduli lagi dengan maksud judul “Bukan Kenangan” itu.

Han, dulu aku sering berfantasi merebutmu kembali, mungkin dengan cara menemuimu disebuah tempat yang sudah kita sepakati lalu membiusmu dan menaikanya kedalam mobil lalu pergi entah kemana atau menculikmu disaat kau berjalan sendiri dilorong gelap seperti dalam action film laga, atau dengan menghasut istrimu sehingga kau bertengkar hebat seperti dalam sinetron, aku yakin dalam fantasimu pasti pernah memikirkan hal yang sama denganku, tapi adilkah bila kita benar- benar menuangkan alam fantasi kita ke alam nyata ? Adilkah bila nanti banyak pihak yang terluka, bila nantinya akan terjadi perang rumah tangga antara kau dan aku.? Aku sudah bisa membayangkan situasinya seperti apa, ada makian, sumpah serapah, dan mungkin anak-anak kita akan saling menangisinya. Hingga aku pun mengurungkan niat itu jauh-jauh, membuangnya kelaut jauh- jauh. Biarlah ombak menggulungnya, aku lebih memilih membenarkan logika, dari pada fantasi liarku itu.

Han,

Taukah kamu, selepas mimpi semalam aku banyak terdiam, pagi ini pun aku banyak merenungi kisah bukan kenangan dalam diam. Aku tak ingin ada seorang pun yang tau. Walaupun aku tau semua ini tidak akan banyak berguna bagiku, tapi bolehkah sekedar mengingatnya Han, mungkin kita sudah tidak lagi pantas untuk bicara tentang cinta disini, namun tidaklah sama dengan rindu, rasa itu tidak bisa hilang dengan mudah bahkan rindu itulah yang selalu membawamu menemuiku dialam mimpi. Ingin rasanya aku, membuang semua pikiran dan bayangan tentangmu, namun nyatanya sampai sepuluh tahun yang telah berlalu ini, aku tak pernah bisa Han, apa karena kau telah menempati dan hidup disebagian ruang hatiku.? Lalu bagaimana bila itu terjadi seumur hidup ini padaku Han.?

Han,

Pergilah kau dari ruang hatiku, dari alam mimpiku, carilah kuburan terindah bagi cinta dan rasa rindu itu. Pergilah, jangan khawatir nanti aku akan menangis dan bersedih. Aku adalah wanita yang kuat, aku bisa menerima semua keputusan, dan hukuman atas kesalahanku dimasa lalu yang tidak termaafkan olehmu. Dan dimasa kini aku sudah berubah, berusaha memperbaiki itu semua. Tidak Han, itu tak akan pernah terjadi, tentang kegilaanku bersama fantasi liarku, percayalah Han, aku sudah tidak akan menangisinya, karena air mataku ini sudah kering.

Han,

Bila kau sudah mendapat info atau menemukan tempat itu, tolong segera kabari aku…!!!

****

Gosong

Sore ini tercium lagi bau yang menyengat dari arah dapur, bau gosong itu hampir saja melumerkan hidungku dan asapnya membuat mata ku perih. Sudah tiga kali dalam seminggu ini, tercium bau yang sama. Yang pertama bau gosong nasi, bau gosong sayur asem dan yang terakhir bau gosong sayur tahu. Tapi menurutku, walaupun bahan yang digosongkan beda- beda. Tetap sama saja baunya sama yaitu “gosong”. Untung saja tidak terjadi kebakaran dirumah itu.

Nek Sar,itulah panggilanya, aku sendiri tidak tau nama lengkapnya siapa. Usianya yang sudah tidak muda lagi, dia harus menghidupi dirinya sendiri. Anak-anaknya pergi merantau meninggalkan dirinya, mungkin dalam perantauan itu belum sukses,sehingga anak-anaknya hampir tidak pernah pulang untuk sekedar menengoknya. Nek Sar sehari-harinya hanya mengandalkan dari berjualan sayuran keliling, namun buatku itu lebih mulia, dibandingkan dengan pengemis diluar sana, dibandingakan para perampok dan para koruptor dinegri ini.

Nek Sar ini sebenarnya sudah setengah pikun, contohnya ya itu tadi kejadian tiga kali gosong dalam satu minggu. Rumah kami memang berdampingan, namun bukan tembok batu yang memisahkan melainkan hanya tembok bambu yang dianyam dan sebuah lorong kecil, jadi sewaktu ada bau gosong ataupun bau yang lain akan segera tercium kerumah yang lainya.

Biasanya sehari-hari aku habiskan diladang, mengurus tanaman – tanamanku. Namun, pekerjaanku telah usai, sehingga dalam beberapa hari ini aku bisa beristirahat dirumah. Kentang-kentangku sudah selesai kupanen, hanya tinggal menunggu pembeli datang mengambilnya.

***

Seperti biasanya, siang ini Nek Sar sudah pulang jualan sayuran keliling kampung, rona lelah menghiasi wajahnya yang sudah keriput dan peot. Langsung ia memarkirkan gerobaknya dihalaman rumahnya.

” Laris daganganya Nek.?”

Tegurku kepadanya, sambil berusaha mengajaknya bicara, karena menurutku dia sangat kesepian selama sepuluh tahun ini.

“Ya, lumayan lah dek, bisa buat makan sehari-hari dan nabung bila sewaktu ada keperluan.”

Jawabnya kepadaku singkat dan santai.

Namun tak banyak bicara, mungkin karena lelah Nek Sar langsung masuk kedalam untuk berisrirahat. Begitupun denganku karena hari sudah siang dan matahari sangatlah terik, angin yang semilir membuatku terkantuk dan tertidur hingga beberapa waktu.

Namun, belum usai baru setengah jalan mimpiku, aku dibangunkan oleh teriakan tetangga, dan hawa pengap dan bau gosong serta ruangan penuh asap yang membuatku terhuyung hampir tak bisa berjalan.

Benar saja rupanya rumah Nek Sar kebakaran, apinya sudah melapap sebagian besar bangunan yang terbuat dari kayu. Wargapun sudah berdatangan berusaha memadakan api. Ada yang membawa air, menabuh kentongan, namun semua itu sia-sia.

Dalam keramaian dan kericuhan warga itu, aku mencoba mencari sosok Nek Sar, kucari ke berbagai penjuru disekitar dirumah itu, namun aku tak melihatnya. Dan setelah api benar-benar padam, warga mencarinya dan hanya ini yang ditersisa, sebuah susuk konde yang terbuat dari logam. Semuanya sudah menjadi abu.

Kemanakah Nek Sar?

Kekhawatiran yang berlebihan mulai menjalari pikiranku.

Mungkin kejadian ini berawal dari bau gosong diminggu-minggu kemarin.

Ada perasaan bersalah menghampiriku, seandainya saja angin semilir siang itu tidak membuatku terkantuk dan terlelap mungkin ini menjadi bau gosong yang ke empat. Dan aku bisa menengoknya untuk mematikan kompor Nek Sar.

Sebuah Pusara

“Behh,sayurnya keasinan bu, apa yang kau masukan ke dalamnya? gula ataukah garam, sehingga rasanya seperti ini ,seperti air laut !!!.”

Tanya suaminya disebrang meja makan ,saat makan malam sekitar jam tujuh malam , kepada budhe ku dengan nada geram, muka memerah dan sambil meringgis seraya melotot, memuntahkan kembali makanan yang telah masuk kedalam mulutnya. Kemudian berlalu pergi, menyalakan kendaraanya entah kemana dan apa akan yang dituju.

Sementara itu Budhe hanya terdiam, kemudian berlari masuk kekamarnya dengan setitik mutiara bening diujung kelopak matanya. Tidak biasaya Padhe Romli sekasar itu kepada budhe. Hanya karena sayur yang menurutku sedikit keasinan.

Aku yang sedang menonton televisi, segera berlalu tanpa kata, menyaksikan semua itu. Berharap situasi segera membaik. Masuk ke dalam kamar, membenamkan mukaku ke setumpuk buku yang harus benar-benar kupelajari karena esok ada tes.

Begitulah kejadian di meja makan malam ini, sepulang Pakdhe Romli dari kantornya. Mungkin karena sedang ada masalah di pekerjaanya atau hal lain, entahlah. Intinya aku tidak ingin tau lebih lanjut urusan mereka.

***

Senin pagi ini jadwal kuliah begitu padat, dan lagi aku belum menyiapkan semua bahan/ tugas yang diberikan dosen.

“Ya ampun, aku sudah kesiangan.”

Padahal jam didinding masih menunjukan jam 06.00 pagi, tapi aku sudah begitu gugup karena sudah lumrah bila hari senin itu dimana-mana dilanda kemacetan parah. Apalagi di kota sebesar Jakarta ini. Aku bergegas mandi, berpakaian tanpa sempat memantas-mantaskan diri, tanpa sempat mengoleskan sedikit bedak ataupun lipstick ke bibirku. Aku langsung berlari, meninggalkan kamar, berpamitan kepada Budhe dan Padhe diruang tamu tanpa sempat untuk sarapan bersama. Sepertinya ada yang sedang merka diskusikan. Syukurlah kondisinya sudah lebih baik dari semalam, mereka sudah terlihat rukun walaupun masih tidak seperti biasanya. Namun, Budheku terlihat banyak diam dan terkadang hanya menatap kosong.

Walaupun aku masih muda, namun aku sedikit mengerti masalah orang dewasa. Jadi sedikit banyak aku tau kalau rumah tangga budheku sedang dalam masalah. Namun budhe ku tidak pernah mau menceritakanya padaku.

Tanpa terasa ojek online yang aku naiki sudah sampai didepan kampus, langsung aku buru- buru turun, berhambur dengan mahasiwa yang lainya.

Selama kuliah di PTN pilihanku, memang aku dititipkan kepada budheku karena anak- anak budheku semuanya sudah berkeluarga dan tinggal di luar kota.

***

Hari yang melelahkan sudah berhasil aku lewati. Lega rasanya. Aku berjalan pelan disepanjang trotoar sambil sesekali menengok kearah belakang berharap mobil angkot warna biru itu segera menghampiriku. Hingga sampailah sekitar 15 meter dari gerbang kampus, disitu ada booth minuman kekinian dari negara jiran. Aku dan budheku paling suka rasa green tea, tanpa pikir panjang aku langsung memesanya dua sekaligus, sebagai penawar haus ditengah teriknya matahari dan yang satunya lagi untuk budhe ku yang sudah menungguku dirumah. Sengaja ku bungkus, pikirku budhe pasti senang aku belikan ini.

Namun, setibanya dirumah, belum sempat aku masuk kerumah, suara gaduh terdengar. Ada wanita muda, mungkin sekitar sepuluh tahun lebih muda usianya dari budheku itu berteriak dan mengamuk seperti singa kelaparan. Lalu aku pun masuk untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Namun aku tak ingin ikut campur urusan orang dewasa tersebut.

” Ayo Farida, cepat ambilkan pisau biar kucincang- cingcang tubuh si pembohong ini”

Teriak si wanita setengah tua itu kepada budheku, sembari menunjuk-nunjuk

” Jangan kau suruh-suruh aku, ambil saja sendiri bila kau memang benar-benar ingin mencingcang tubuh kekasihmu itu, jangan bawa-bawa aku atau siapapun dirumah ini.”

Lalu budhe pun berlalu, meninggalkan kegaduhan diruang tamu itu, sembari menggandengku ke meja makan.

” Makan Ran, budhe sudah masak sayur asem dan oseng cumi kesukaanmu, biarkan saja mereka ribut, toh mereka sudah dewasa pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.”

Namun aku tak kuasa mendengar keributan itu dan berlalu mengunci kamarku, kutinggalkan minuman segar itu dimeja makan.

***

Sudah 3 tahun kejadian itu berlalu, namun aku masih ingat sekali, masih segar, serasa baru saja terjadi.

Dan yang kujumpai didepanku saat ini hanya sebuah pusara bertuliskan ” Farida binti Ahmad”.

Sejak kejadian itu, padheku semakin menjadi-jadi kelakuanya. Sering ganti-ganti perempuan bahkan sampai membawanya kerumah, berjudi dan sering tidak pulang kerumah dalam beberapa minggu. Sejak kejadian ,ada perempuan yang mengamuk dirumah yang ternyata istri siri padhe dari situlah terungkap semuanya. Bahwa padheku juga terlibat kasus korupsi dan penyalahgunaan anggaran dalam beberapa proyek negara, yang kini membawanya dalam sebuah jeruji besi yang dingin.

Hingga disuatu hari yang kelabu, entah bisikan apa yang menuntutnya dan entah darimana budheku membeli sebuah buangkusan kecil itu, yang berisi serbuk dan kemudian melarutkanya kedalam seteko air minum. Ya, itu serbuk racun tikus, aku menemukan bungkusnya ditempat sampah dapur. Dan Teko minuman itulah yang kemudian menyisakan sebuah pusara yang kini teronggok didepanku. Aku tidak tahu menahu tentang kejadian itu, setiba pulang dari kampus aku hanya menyaksikan gaduh seperti waktu ada perempuan muda mengamuk itu. Namun, ini bukan . Ini gaduh suara tetangga yang kebingungan karena menemukan budheku sudah dalam keadaan terbujur kaku di bawah meja makan.

Karena mungkin hanya kematian lah yang mampu mengobati semua deritanya selama ini.

Namun aku tidak menyangka, nasib keluarga itu akan setragis ini. Kini hanya tinggal kenangan bersama seonggok pusara yang membisu, menyimpanya dalam kesendirian, menyatu bersama tanah gelap. Anakmu tidak ada yang peduli dengamu, bahkan rumahmu kini sudah berdebu dan ditumbuhi lumut dan jamur serta tanaman liar, tak ada yang peduli akan itu semua. Mungkin hanya aku yang sering merindukanmu bersama semangkuk sayur asem itu. Namun kini aku hanya bisa bicara dengan sebuah pusara yang semakin lama semakin rapuh dimakan waktu.

Create your website at WordPress.com
Get started